Kredit Perbankan Tumbuh 12,6% pada Juni 2026

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Pertumbuhan Kredit Capai Rp9.081 Triliun
Webnity.id, Jawa Tengah - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 12,6% secara tahunan (year-on-year) hingga Juni 2026, dengan total kredit mencapai Rp9.081 triliun. Data ini dirilis dalam laporan hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan periode Juli 2026 yang dikutip pada Rabu (5/8/2026).
Pertumbuhan Berdasarkan Jenis Penggunaan
Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara segmen lainnya, yaitu sebesar 24,9%. Angka ini diikuti oleh kredit modal kerja yang tumbuh 8,94%, sementara kredit konsumsi tumbuh lebih lambat di angka 5,75%.
Pertumbuhan kredit investasi menunjukkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi jangka menengah-panjang, meskipun masih menghadapi tantangan likuiditas dan suku bunga.
Pertumbuhan Menurut Kategori Debitur
Dari sisi debitur, kredit korporasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi, yakni 20,45%. Pertumbuhan ini mengindikasikan bahwa sektor korporasi menjadi motor utama penyaluran kredit di tengah kondisi ekonomi yang mulai pulih.
Di sisi lain, kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hanya tumbuh tipis sebesar 1,05%. Angka ini memicu keprihatinan terkait akses pendanaan bagi pelaku UMKM, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Kinerja Bank BUMN Dominan
Ditinjau dari kepemilikan bank, kredit di bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tumbuh paling tinggi, yaitu 16,54%. Pencapaian ini menunjukkan peran sentral bank-bank pelat merah dalam mendukung pemulihan ekonomi melalui penyaluran kredit produktif.
Perkembangan Kredit BNPL
Produk kredit Buy Now Pay Later (BNPL) dari sektor perbankan mencatatkan porsi relatif kecil, yaitu 0,34% dari total kredit perbankan. Namun, pertumbuhan baki debet kredit BNPL tetap signifikan.
Per Juni 2026, baki debet kredit BNPL berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) mencapai Rp30,7 triliun, tumbuh 33,54% secara year-on-year. Meski demikian, laju pertumbuhan ini lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 37,72%.
Jumlah rekening BNPL perbankan juga terus meningkat, mencapai 32,77 juta rekening pada periode yang sama. Pertumbuhan ini mencerminkan pergeseran perilaku konsumen menuju skema pembiayaan instan, meskipun tetap perlu diawasi agar tidak memicu risiko akumulasi utang konsumtif.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




