Valuasi IHSG Disebut Atraktif di Tengah Bursa Asia

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Prospek IHSG di Tengah Kinerja Bursa Asia
Webnity Id, Jawa Tengah - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan valuasi yang dinilai atraktif di tengah bursa saham regional Asia, meskipun mengalami tekanan signifikan sepanjang 2026. Berdasarkan data yang dilansir dari Bloomberg, IHSG terkoreksi sebesar 30,13% secara point-to-point hingga Kamis (25/6/2026), menjadikannya salah satu dari sedikit indeks utama di kawasan yang masih berada di zona merah sepanjang tahun ini.
Kinerja IHSG vs Bursa Asia Lainnya
Sejumlah bursa saham utama di Asia mencatatkan kinerja positif tahunan, sementara IHSG harus berada dalam tekanan bersama beberapa pasar lainnya. Berdasarkan informasi dari sumber, IHSG hanya bergabung dengan Hang Seng (Hong Kong), SENSEX (India), dan KLCI (Malaysia) yang juga tertekan di zona merah secara year-to-date (ytd).
Sementara itu, bursa-bursa seperti:
- KOSPI (Korea Selatan)
- TW Weighted Index (Taiwan)
- NIKKEI 225 (Jepang)
- SETI (Thailand)
- Straits Times (Singapura)
- Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam)
- Shanghai Composite (China)
- PSEI (Filipina)
berhasil mencatatkan penguatan sepanjang 2026.
Valuasi IHSG Terlihat Menarik
Di tengah koreksi yang dalam, valuasi IHSG justru mulai terlihat menarik secara fundamental. Menurut data Bloomberg per Kamis (25/6/2026), acuan valuasi Price to Book Value (PBV) IHSG berada di level 1,55 kali. Sementara itu, estimated Price Earning Ratio (PER) tercatat sebesar 9,19 kali.
Tingkat PER yang relatif rendah jika dibandingkan dengan bursa regional lainnya menunjukkan bahwa saham-saham di pasar modal Indonesia saat ini diperdagangkan dengan diskon, yang dapat menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang yang mencari nilai (value investing).
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




