Trump Raup Rp466 M dari Properti Luar Negeri

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Kenaikan Pendapatan dari Ekspansi Global The Trump Organization
Webnity Id, Jawa Tengah - Presiden AS Donald Trump dikabarkan mengantongi pendapatan setidaknya US$26 juta (sekitar Rp466 miliar) dari sejumlah proyek properti baru di luar negeri, menurut dokumen pengungkapan finansial yang dirilis Selasa (30/6). Pendapatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana kekayaan Trump terus bertumbuh selama periode kedua masa jabatannya, didorong oleh ekspansi agresif keluarga dan perusahaannya di kancah internasional.
Proyek Properti di Berbagai Negara
The Trump Organization berhasil mengamankan sejumlah kesepakatan baru di berbagai negara, termasuk Rumania, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan sejumlah kota di India. Perusahaan melisensikan nama "Trump" untuk proyek real estat di lokasi-lokasi strategis seperti:
- Bukares, Rumania
- Doha, Qatar
- Al Raha Beach, Abu Dhabi, UEA
Selain itu, pendapatan tambahan juga diperoleh dari reaktivasi unit bisnis yang sebelumnya tidak aktif di kota-kota India, seperti Gurugram, Noida, dan Pune. Model bisnis ini melibatkan lisensi merek, di mana The Trump Organization tidak membangun sendiri atau mengelola aset secara langsung, tetapi mendapat komisi dari penggunaan nama dan branding-nya.
Perubahan Kebijakan Internal
Ekspansi internasional ini cukup mengejutkan mengingat selama empat tahun pertama masa jabatan Trump sebelumnya, perusahaan keluarganya menyatakan tidak akan mengejar kesepakatan bisnis baru di luar negeri demi menghindari konflik kepentingan. Namun, pada periode kedua ini, The Trump Organization dikabarkan telah melonggarkan aturan internal tersebut.
Langkah ini memicu sorotan publik dan pertanyaan etika, meski Gedung Putih membantah adanya pelanggaran. Anna Kelly, juru bicara Gedung Putih, menegaskan bahwa baik Presiden Trump maupun keluarganya "tidak pernah—dan tidak akan pernah—terlibat dalam konflik kepentingan."
"Semua tindakan yang diambil oleh Presiden Trump dan pemerintahannya murni demi kepentingan terbaik rakyat Amerika," ujarnya.
Pendapatan yang Masih Kecil Dibanding Sumber Lain
Meskipun jumlah US$26 juta (Rp466 miliar) tergolong besar secara nominal, pendapatan dari sektor properti luar negeri ini tetap kecil jika dibandingkan dengan sumber pemasukan lain milik Trump, seperti dari bisnis hotel, golf, dan lisensi merek di dalam negeri. Namun, percepatan ekspansi global tetap menjadi indikator penting terhadap strategi bisnis keluarga Trump yang memanfaatkan posisi kepresidenan untuk memperluas jejak komersial.
| Lokasi Proyek | Negara | Status Bisnis |
|---|---|---|
| Bukares | Rumania | Lisensi Nama |
| Doha | Qatar | Lisensi Nama |
| Al Raha Beach | Uni Emirat Arab | Lisensi Nama |
| Gurugram, Noida, Pune | India | Unit Bisnis Kembali Aktif |
Menurut analis Bloomberg, model bisnis ini minim risiko finansial bagi Trump karena tidak melibatkan investasi langsung, tetapi berpotensi menciptakan ketergantungan kepentingan dengan negara-negara asing yang bermitra dengannya. Hingga kini, belum ada investigasi resmi yang menyatakan pelanggaran etika, namun transparansi finansial tetap menjadi sorotan media dan pengawas pemerintahan.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




