Software Developer Jadi Pekerjaan Paling Tangguh di Era AI

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Permintaan Tinggi terhadap Engineer di Tengah Gelombang PHK
Webnity Id, Jawa Tengah - Laporan terbaru dari perusahaan modal ventura SignalFire mengungkapkan bahwa software engineer menjadi pekerjaan paling tangguh di industri teknologi pada 2025, dengan menyumbang 55% dari seluruh perekrutan baru di perusahaan teknologi besar. Angka ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan 2019, ketika hanya sebesar 46%.
Data tersebut mencakup sejumlah raksasa teknologi global seperti Alphabet, Meta, Apple, Amazon, Microsoft, Netflix, Nvidia, Tesla, Uber, Airbnb, Block, dan Stripe, seperti dikutip dari laporan TechCrunch pada Kamis (25/6/2026).
Padahal, sejak kemunculan generative AI, banyak narasi yang memperkirakan bahwa kecerdasan buatan akan menggantikan peran programmer dan engineer. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan tren yang justru berlawanan.
AI Justru Tingkatkan Produktivitas Engineer
Asher Bantock, Kepala Riset SignalFire, menilai bahwa meskipun banyak perusahaan menyebut AI sebagai alasan PHK massal, data perekrutan menunjukkan sesuatu yang tidak konsisten dengan narasi tersebut.
"Alasan yang diberikan untuk banyak PHK secara konsisten adalah AI, dan secara khusus mereka mengatakan AI terkait dengan penulisan kode. Mereka mengatakan satu engineer bisa melakukan pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak engineer. Apa yang kami lihat di lapangan sedikit tidak konsisten dengan hal itu," kata Bantock.
Secara keseluruhan, total perekrutan di perusahaan teknologi besar memang turun 25% dibandingkan 2019. Namun, perekrutan engineer hanya turun 11%, menjadikannya salah satu fungsi yang paling bertahan di tengah perlambatan industri.
Terlebih lagi, di kalangan startup tahap awal, kebutuhan terhadap engineer justru meningkat. Data SignalFire menunjukkan bahwa pada 2025, startup merekrut 7% lebih banyak engineer dibandingkan 2019.
"Jika AI benar-benar menggantikan talenta engineering, maka perekrutan engineer akan menjadi yang pertama turun di tengah kontraksi pasar tenaga kerja teknologi saat ini," ujarnya.
AI justru dinilai meningkatkan produktivitas, yang pada gilirannya menciptakan lebih banyak pekerjaan. "Mereka tiba-tiba menjadi jauh lebih produktif, dan ada pekerjaan yang seolah tidak ada habisnya untuk mereka lakukan," tambah Bantock.
Dukungan dari Pemimpin Industri
Pandangan ini diperkuat oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, yang dalam sebuah wawancara di Stanford Graduate School of Business menolak anggapan bahwa AI akan menghilangkan pekerjaan software engineer.
"Seseorang mengatakan bahwa AI akan menghancurkan semua pekerjaan software engineer," kata Huang. "Kenyataannya, justru sebaliknya. Setelah seluruh engineer Nvidia menggunakan AI agent dalam pekerjaan sehari-hari, mereka menjadi semakin sibuk."
Huang menjelaskan bahwa meskipun AI mampu menulis kode dengan sangat cepat, kemampuan itu justru mendorong engineer untuk terus menghasilkan ide-ide dan inovasi baru. Dengan kata lain, AI bukan pengganti, melainkan pendorong ekspansi tugas teknis dan kreatif bagi para engineer.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




