Teknologi
Jun 24, 2026
3 Min Read
By Webnity

Netlist Gugat Samsung dan Google soal Paten Memori AI

Netlist Gugat Samsung dan Google soal Paten Memori AI

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz

Gugatan Paten Terbaru di AS

Webnity Id, Jawa Tengah - Netlist resmi mengajukan gugatan hukum baru terhadap Samsung di Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat (ITC) dan Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Texas. Gugatan ini terkait dugaan pelanggaran dua paten terbaru perusahaan yang melibatkan teknologi memori berperforma tinggi untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI).

Netlist menuduh Samsung menggunakan teknologi yang dilindungi oleh Paten AS Nomor 12.646.537 dan 12.650.937 tanpa izin atau lisensi yang sah. Kedua paten tersebut diklaim mencakup inovasi penting dalam desain modul memori yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan kinerja server AI modern.

Pihak-pihak dalam Gugatan ITC

Selain Samsung, pengaduan yang diajukan ke ITC juga mencantumkan Google, Nvidia, Broadcom, dan Supermicro sebagai pihak terkait. Produk dari perusahaan-perusahaan ini diduga menggunakan teknologi memori yang menjadi objek sengketa, terutama dalam akselerator AI dan sistem server data center.

Netlist meminta ITC untuk mengeluarkan perintah penghentian impor dan larangan distribusi terhadap produk-produk yang dianggap melanggar hak patennya. Jika permintaan ini dikabulkan, maka akan berdampak signifikan terhadap rantai pasok perangkat keras AI global, mengingat Samsung merupakan salah satu pemasok utama memori HBM (High Bandwidth Memory) yang krusial bagi perangkat AI.

Perlindungan Inovasi AI

Komentar CEO Netlist

Chief Executive Officer Netlist, C.K. Hong, menegaskan komitmen perusahaan dalam melindungi inovasi teknologi yang dikembangkan untuk pasar AI yang cepat berkembang.

“Netlist terus mendorong inovasi terobosan dalam memori AI. Langkah penegakan hukum ini memperluas upaya kami untuk melindungi teknologi server DIMM generasi berikutnya dan HBM dari penggunaan tanpa izin,” ujar Hong, dikutip dari PR Newswire, Rabu (24/6/2026).

Menurut Netlist, teknologi yang disengketakan berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan kecepatan pemrosesan data pada server modern, terutama dalam aplikasi cloud computing dan artificial intelligence. Penggunaan teknologi ini tanpa lisensi dinilai merugikan pemegang paten.

Riwayat Sengketa Hukum dengan Samsung

Rekor Kemenangan Hukum Netlist

Sengketa terbaru ini merupakan bagian dari rangkaian perselisihan hukum panjang antara Netlist dan Samsung. Dalam beberapa tahun terakhir, Netlist telah memenangkan sejumlah putusan penting di pengadilan AS.

Pada November 2024, juri federal di Texas memerintahkan Samsung untuk membayar ganti rugi sebesar US$118 juta kepada Netlist atas pelanggaran paten teknologi memori berperforma tinggi. Putusan ini mengikuti kemenangan sebelumnya, di mana Samsung diwajibkan membayar US$303 juta kepada Netlist dalam kasus pelanggaran paten terpisah.

Berikut ringkasan putusan pengadilan terkait Netlist vs. Samsung:

Tahun Jumlah Ganti Rugi Lokasi Pengadilan
2024 US$118 juta Distrik Timur Texas, AS
Sebelumnya US$303 juta AS (kasus terpisah)

Langkah hukum terbaru ini mencerminkan strategi agresif Netlist dalam menegakkan hak kekayaan intelektualnya, khususnya dalam ranah AI dan data center yang semakin kompetitif. Pasar global untuk memori HBM diperkirakan terus tumbuh pesat seiring meningkatnya permintaan terhadap solusi AI, menjadikan perlindungan paten sebagai aspek krusial bagi inovator seperti Netlist.

Jasa Website Premium

Jasa Pembuatan Website Muncul di Google

Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.

Jasa Pembuatan Website Webnity