Ekonomi
Jul 20, 2026
2 Min Read
By UNGGUL FATIH

Konflik AS-Iran Ancam Pasokan Minyak Global

Konflik AS-Iran Ancam Pasokan Minyak Global

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz

Eskalasi Militer Ganggu Jalur Strategis Selat Hormuz

Webnity.id, Jawa Tengah - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas setelah serangkaian aksi militer lintas wilayah, berdampak langsung pada harga minyak global yang melonjak tajam. Minyak mentah jenis Brent melonjak lebih dari 3%, menyentuh level US$91 per barel, level tertinggi sejak pertengahan Juni. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik mendekati US$85 per barel.

Kenaikan harga ini dipicu oleh kekhawatiran gangguan besar pada jalur pasokan energi dunia, khususnya melalui Selat Hormuz—saluran maritim strategis yang menyumbang sekitar 20% pasokan minyak global. Eskalasi konflik mencakup penyergapan kapal hingga serangan langsung terhadap infrastruktur minyak penting di Kuwait.

Iran Nyatakan Gencatan Senjata Runtuh

Pihak Teheran mengumumkan bahwa kesepakatan gencatan senjata dengan AS kini secara efektif telah runtuh. Pernyataan ini memperdalam kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan yang lebih luas terhadap produksi dan distribusi minyak di kawasan Teluk. Instabilitas ini membuat pelaku pasar memperhitungkan risiko geopolitik ke dalam harga komoditas secara langsung.

Angkatan Laut Iran pada Minggu (19/7) menyatakan telah menghentikan empat kapal tak dikenal yang dianggap melintas di "jalur tidak aman" di Selat Hormuz. Menurut keterangan resmi, dua kapal mengalami insiden dan dihentikan di tempat, sementara dua kapal lainnya memilih putar arah dan membatalkan pelayaran setelah mengabaikan peringatan.

Serangan Hantam Infrastruktur Sipil dan Fasilitas Minyak

Aksi militer dalam sepekan terakhir tidak lagi terbatas pada sasaran militer. Serangan kini meluas ke infrastruktur sipil seperti jembatan, fasilitas umum, dan area pelabuhan, menunjukkan meningkatnya intensitas konflik. Hal ini memperkecil kemungkinan kembali ke kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya rapuh.

Kuwait Petroleum Corp, perusahaan minyak milik negara Kuwait, mengonfirmasi bahwa Iran menyerang salah satu fasilitas minyaknya pada hari Sabtu, menyebabkan kerusakan signifikan. Serangan terhadap infrastruktur energi di wilayah tetangga semakin memperparah kekhawatiran soal stabilitas pasokan minyak di kawasan Teluk.

Dampak dari serangkaian peristiwa ini terasa langsung di pasar komoditas global, dengan pelaku pasar mulai mengantisipasi kelangkaan pasokan jika ketegangan terus meluas. Harga minyak diperkirakan akan tetap volatil selama situasi geopolitik belum menunjukkan tanda-tanda peredaan.

Jasa Website Premium

Jasa Pembuatan Website Muncul di Google

Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.

Jasa Pembuatan Website Webnity