Emas Rontok ke US$3.998,5 per Ons

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Harga Emas Anjlok di Tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
Webnity.id, Jawa Tengah - Harga emas dunia berada dalam tekanan pada awal pekan, menyusul eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah yang memicu koreksi tajam di pasar komoditas. Pada Senin (14/6/2026), harga emas di pasar spot ditutup di level US$3.998,5 per troy ons, turun 2,97% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan sebelumnya.
Penurunan ini menandai harga emas menyentuh level di bawah US$4.000 per troy ons untuk pertama kalinya dalam periode yang dilaporkan, meskipun ketegangan geopolitik biasanya mendorong kenaikan permintaan terhadap aset safe-haven seperti emas. Namun dalam kasus ini, dinamika pasar terdistorsi oleh respons kebijakan dari Amerika Serikat terkait jalur maritim strategis.
Eskalasi AS-Iran Dorong Ketidakpastian Pasar
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terlibat dalam serangkaian serangan balik. Pusat Komando AS mengumumkan rencana blokade atas jalur pelayaran di seluruh pelabuhan Iran, sebuah langkah yang dinilai berpotensi mengganggu aliran minyak global dan memperburuk kondisi pasar finansial.
Presiden AS Donald Trump turut memperkeruh situasi dengan pernyataan melalui media sosial yang menyebut bahwa AS akan bertindak sebagai "PENJAGA SELAT HORMUZ". Dalam cuitannya, Trump menyatakan bahwa mulai saat itu, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz akan dikenakan biaya sebesar 20% dari nilai kargo yang dikirimkan, sebagai imbalan atas penyediaan keamanan.
"AS akan, sejak saat ini, dikenal sebagai PENJAGA SELAT HORMUZ. Namun demi KEADILAN, akan dibayar 20% dari nilai kargo yang dikirimkan. Ini adalah biaya yang diperlukan untuk menyediakan keamanan," tulis Trump.
Dampak terhadap Pasar Emas dan Aset Lain
Langkah AS tersebut justru menciptakan kekhawatiran baru di kalangan investor global. Alih-alih melihat emas sebagai pelindung nilai, pelaku pasar mulai mengantisipasi dampak ekonomi dari potensi gangguan perdagangan maritim dan pembayaran wajib yang tidak lazim. Selat Hormuz merupakan salah satu titik chokepoint paling penting dalam perdagangan energi dunia, dengan sekitar sepertiga minyak global melewatinya setiap tahun.
Meskipun emas biasanya menguat saat konflik geopolitik meningkat, pergerakan harga kali ini menunjukkan respons yang tidak konvensional. Beberapa analis menyebut bahwa ketidakpastian dari kebijakan fiskal dan perdagangan AS justru mengalihkan perhatian dari emas ke aset lain seperti dolar AS atau obligasi pemerintah jangka pendek.
Belum ada respons resmi dari pemerintah Iran terhadap pernyataan Trump hingga laporan ini diturunkan. Pasar global akan terus memantau perkembangan di kawasan, terutama karena Selat Hormuz tetap menjadi kunci stabilitas energi dan perdagangan internasional.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




