Ekonomi: BI Perlu Naikkan Suku Bunga

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Tekanan pada Rupiah Memicu Kebutuhan Kebijakan Moneter Ketat
Webnity Id, Jawa Tengah - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS memicu perhatian ekonom, yang menilai Bank Indonesia (BI) perlu kembali menaikkan suku bunga acuan. Rully Arya Wisnubroto, Kepala Riset dan Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas, menekankan perlunya langkah lanjutan dalam upaya menjaga stabilitas moneter.
Menurutnya, kenaikan BI Rate merupakan strategi yang masih sangat relevan di tengah kondisi saat ini.
“Kalau saya lihat, memang salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah menaikkan BI rate lagi,” kata Rully Arya Wisnubroto ketika dihubungi, Kamis (25/6/2026).
Proyeksi Kenaikan Suku Bunga di Bulan Juli
Rully memproyeksikan bahwa ruang untuk menaikkan suku bunga masih terbuka lebar dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026. Ia memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) dapat kembali dilakukan.
“Saya rasa mungkin 25 bps dulu, lalu melihat dampaknya,” ujarnya.
Penilaian ini didasarkan pada sederet langkah pengetatan moneter yang telah dilakukan BI dalam beberapa pekan terakhir. Pada 20 Mei 2026, BI menaikkan BI Rate sebesar 50 bps dalam RDG bulanan. Selanjutnya, pada 9 Juni 2026, bank sentral kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps melalui RDG mingguan — yang dikenal sebagai RDG insidentil.
Terakhir, pada 18 Juni 2026, BI sekali lagi menambah suku bunga sebesar 25 bps, menunjukkan komitmen kuat terhadap kebijakan moneter yang ketat guna menekan tekanan eksternal dan menjaga kepercayaan pasar.
Langkah BI di Masa Mendatang
Dengan tiga kenaikan suku bunga dalam tempo kurang dari dua bulan, pasar mulai mempertanyakan arah kebijakan selanjutnya. Namun, Rully menilai, tekanan eksternal — terutama dari pelemahan Rupiah — masih cukup besar untuk membenarkan langkah lanjutan.
Kenaikan bertahap sebesar 25 bps pada RDG Juli 2026 dinilai sebagai pendekatan yang hati-hati namun efektif. Hal ini memungkinkan BI untuk mengevaluasi dampak dari kenaikan sebelumnya sebelum mengambil keputusan lebih jauh.
Pasar keuangan kini menanti keputusan BI berikutnya, dengan pergerakan Rupiah dan arus modal asing menjadi indikator kunci dalam menilai efektivitas kebijakan moneter yang sedang berjalan.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




