Ekonomi
Aug 05, 2026
1 Min Read
By UNGGUL FATIH

Deflasi Juli Dipicu Pangan, Permintaan Masih Rapuh

Deflasi Juli Dipicu Pangan, Permintaan Masih Rapuh

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz

Deflasi Terkonsentrasi pada Bahan Pangan

Webnity.id, Jawa Tengah - Deflasi yang terjadi pada Juli 2026 sebagian besar dipicu oleh perbaikan pasokan bahan pangan, namun di sisi lain mencerminkan kondisi permintaan masyarakat yang masih rapuh. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede dalam wawancara pada Selasa (4/8/2026).

Permintaan Lemah Pengaruhi Daya Beli

Josua menjelaskan bahwa deflasi Juli bukan semata-mata indikator positif bagi perekonomian. "Jadi, deflasi ini bukan sepenuhnya tanda buruk, tetapi juga belum dapat dibaca sebagai bukti bahwa daya beli kuat dan harga telah terkendali secara permanen," ujarnya.

Menurutnya, penurunan angka inflasi lebih banyak didorong oleh faktor musiman pada kelompok bahan pangan, khususnya pada komoditas yang harganya mudah berubah. Kelompok harga bergejolak mengalami deflasi 1,68% secara bulanan dan menyumbang penurunan indeks harga sebesar 0,28%.

Inflasi Inti dan Harga Ditetapkan Pemerintah Masih Naik

Di tengah deflasi secara keseluruhan, inflasi inti justru masih mengalami kenaikan sebesar 0,14% secara bulanan. Sementara itu, harga yang diatur pemerintah juga naik 0,25%.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tanpa adanya penurunan harga pangan, Indonesia sebenarnya tetap mengalami tekanan kenaikan harga bulanan. Artinya, stabilitas harga secara menyeluruh belum sepenuhnya tercapai dan tetap perlu diwaspadai oleh kebijakan moneter dan fiskal ke depan.

Jasa Website Premium

Jasa Pembuatan Website Muncul di Google

Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.

Jasa Pembuatan Website Webnity