AS dan Iran Tahan Diri Saat Oman Fasilitasi Pembicaraan Hormuz

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Ketegangan Mereda di Selat Hormuz
Webnity.id, Jawa Tengah - Amerika Serikat (AS) berhenti sementara dari rangkaian serangannya terhadap Iran selama dua malam berturut-turut, sementara Republik Islam memberi sinyal untuk menahan aksi balasan dan memperkuat pembicaraan dengan Oman terkait situasi di Selat Hormuz.
Setelah melancarkan operasi militer terhadap Iran selama 13 hari, AS tidak melanjutkan serangan sejak Jumat (24/7), tanpa penjelasan resmi atau pernyataan dari pemerintah. Tindakan diam ini memicu spekulasi luas mengenai arah kebijakan berikutnya dari pemerintahan Donald Trump, yang sebelumnya menunjukkan sikap ofensif terhadap Teheran.
Iran Respons dengan Penahanan Diri
Militer Iran, pada Minggu (26/7), menyatakan bahwa mereka telah menghentikan aksi balasan sebagai respons terhadap jeda serangan dari AS. Pernyataan ini menunjukkan potensi de-eskalasi bersyarat di tengah ketegangan tinggi di kawasan Teluk.
Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran, menyampaikan melalui siaran televisi pemerintah bahwa AS mungkin sedang mempertimbangkan skenario baru ke depan, tetapi kondisi saat ini tidak sesuai dengan tujuan awal Washington.
“AS mungkin telah merancang skenario lain untuk beberapa hari mendatang, tetapi situasi saat ini bukanlah apa yang mereka inginkan,” ujar Akraminia. Ia menambahkan, “Jika pihak Amerika bersikeras melanjutkan perang dan serangan udara, maka wilayah pertempuran akan makin meluas.”
Upaya Diplomasi Lewat Oman
Masa tenang yang terjadi bersamaan dengan pertemuan akhir pekan antara pejabat Iran dan Oman, yang menunjukkan dimulainya inisiatif diplomasi baru untuk menyelesaikan krisis pelayaran di sekitar Selat Hormuz.
Oman, yang dikenal memiliki hubungan relatif netral dengan baik Iran maupun Barat, berperan sebagai fasilitator dalam upaya meredakan ketegangan di salah satu jalur maritim paling strategis di dunia. Selat Hormuz menjadi titik krusial karena sebagian besar ekspor minyak dunia dari kawasan Teluk melintasinya.
Konflik di sekitar Selat Hormuz dipicu oleh aksi militer AS dan Israel sejak akhir Februari lalu, yang memperburuk stabilitas keamanan maritim dan mengancam pasokan energi global.
Saat ini, selain komunikasi bilateral, belum ada pengumuman resmi mengenai hasil konkret dari pembicaraan Iran-Oman. Namun, jeda temporer dari kedua belah pihak memberi harapan akan potensi penurunan eskalasi, asalkan komunikasi tetap terbuka dan transparan.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




