15 Saksi Diperiksa dalam Kasus Korupsi PLN-Asabri

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Pengungkapan Awal Kasus Korupsi PLN-Asabri
Webnity.id, Jawa Tengah - Penyidikan kasus korupsi yang menyeret perusahaan pelat merah PLN dan Asabri terus menguat setelah Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru penyelidikan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan bahwa hingga kini pihak kepolisian telah memeriksa 15 saksi guna mengungkap dugaan aliran dana dan praktik korupsi yang melibatkan institusi strategis tersebut.
Saksi dari Berbagai Latar Belakang Diperiksa
Para saksi yang diperiksa berasal dari latar belakang yang berbeda, merujuk pada potensi keterlibatan sektor swasta dalam perkara ini. Dua saksi pertama berasal dari kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Selanjutnya, empat orang dari tempat penukaran uang (money changer) turut diperiksa, masing-masing dengan inisial DH, HH, ER, dan RP.
"Satu saksi lagi di rumah di Gandaria atas nama DR. Tadi yang ditanyakan adalah di Pacific Place inisial TK [Tan Kian], termasuk ada satu saksi atas nama T, yang merupakan supir dari DR, serta saksi dari NH," ujar Budi dalam konferensi pers, Jumat (10/7/2026).
Selain itu, pada penggeledahan semalam, tim mengamankan keterangan dari saksi atas nama MIL dan dua petugas keamanan (security) di Sentul, dengan inisial R dan A.
Barang Bukti Berupa Emas dan Uang Tunai Disita
Dalam penggeledahan terkait kasus ini, polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang bernilai sangat tinggi. Barang bukti utama mencakup:
- 74 kilogram emas batangan
- Uang tunai sebesar US$4.767.300
- SGD14.083.800
- Rp100.000.000
Selain aset finansial, polisi juga menyita dua bingkai foto keluarga dari Rumah Parahyangan Golf Nomor 2, Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Meski tampak sederhana, barang ini diduga memiliki kaitan simbolik atau bukti pemilik atas aset yang disita.
Penyitaan barang bukti ini menunjukkan skala kasus korupsi yang sangat besar, terutama dengan jumlah emas dan mata uang asing yang signifikan. Hingga saat ini, penyidik terus mendalami aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga turut serta dalam praktik korupsi terstruktur.
Hingga berita ini diturunkan, polisi belum menyebutkan nama tersangka resmi dalam kasus ini, namun proses hukum diperkirakan akan memasuki babak baru setelah pemeriksaan saksi dan analisis barang bukti selesai.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




