Keuangan
Jul 24, 2026
2 Min Read
By UNGGUL FATIH

Wall Street Anjlok, Minyak Tembus $100

Wall Street Anjlok, Minyak Tembus $100

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz

Pasar Saham dan Obligasi Terguncang

Webnity.id, Jawa Tengah - Eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu goncangan besar di pasar keuangan global, mendorong harga minyak mentah jenis Brent menembus level US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam periode yang disebutkan dalam sumber. Lonjakan ini memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan inflasi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya mendorong imbal hasil (yield) Obligasi Pemerintah AS (Treasury) naik ke posisi tertingginya tahun ini.

Dampak pada Indeks dan Saham Teknologi

Pasar saham Wall Street mencatat pelemahan tajam, dengan Indeks S&P 500 merosot 1,2%, menjadi penurunan terbesarnya dalam sebulan. Indeks saham kapitalisasi besar (megacaps) mencatat hari terburuknya sejak kejatuhan yang dipicu isu tarif pada April 2025.

Beberapa raksasa teknologi mengalami tekanan berat:

  • Alphabet Inc anjlok 6,9% meskipun kinerja keuangannya tergolong solid, setelah perusahaan memutuskan menaikkan proyeksi belanja modalnya.
  • Tesla Inc merosot 15% karena laba perusahaan menurun meski jumlah pengiriman kendaraan listrik mencatat angka yang kuat.

Ketegangan AS-Iran Belum Menunjukkan Tanda Reda

Konflik antara AS dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Baik Washington maupun Teheran tidak menunjukkan keinginan untuk mundur atau membuka ruang perundingan baru. Presiden AS Donald Trump menyatakan kepada Axios bahwa ia sedang mempertimbangkan "serangan masif" terhadap Iran dan mengatakan AS akan meminta pertanggungjawaban Iran atas setiap serangan susulan dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

Trump mengklaim bahwa pihaknya "makin dekat untuk mengambil keputusan" mengenai serangan tersebut, yang menambah ketidakpastian pasar global.

Pergerakan Dolar dan Dampak Berantai

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran ekonomi makro:

  • Dolar AS menguat, sebagai aset safe-haven yang dicari investor saat gejolak meningkat.
  • Kenaikan harga minyak berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi global dan memperketat tekanan pada bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi.

Para analis mencermati apakah investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) akan benar-benar menghasilkan imbal hasil yang berkelanjutan, terutama di tengah koreksi saham teknologi yang kini terjadi.

Indikator Nilai/Perubahan
Harga Minyak Brent >US$100 per barel
Imbal Hasil Treasury AS Tertinggi tahun ini
S&P 500 Turun 1,2%
Alphabet Inc Turun 6,9%
Tesla Inc Turun 15%
Jasa Website Premium

Jasa Pembuatan Website Muncul di Google

Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.

Jasa Pembuatan Website Webnity