Apakah skenario horor ini terdengar familiar? Pelanggan membeli baju di website Anda, sudah bayar lunas. Tapi saat tim gudang mau memproses, ternyata barangnya kosong karena 5 menit lalu baru saja terjual di toko fisik (offline) atau di Tokopedia. Hasilnya? Anda harus minta maaf, refund uang, dan menerima rating bintang 1 yang menyakitkan.
Di penghujung 2025, di mana bisnis berjualan di banyak channel (Multichannel) adalah standar, masalah "Stok Hantu" ini adalah pembunuh reputasi nomor satu.
Mengelola stok secara manual (pakai Excel atau buku tulis) di era serba cepat ini adalah tindakan bunuh diri operasional.
🔗 Revolusi "Unified Commerce" (Perdagangan Terpadu)
Lupakan istilah Omnichannel yang seringkali masih terpisah-pisah. Masa depan ritel adalah Unified Commerce.
Ini adalah sistem di mana Website, Kasir Toko Fisik (POS), Marketplace (Shopee/Tokopedia/TikTok), dan Gudang terhubung ke dalam SATU OTAK PUSAT (Central Nervous System) secara real-time.
Bagaimana cara kerjanya?
Baju terjual 1 pcs di Kasir Toko Offline di Bandung.
Dalam hitungan milidetik, stok di Website, Shopee, dan TikTok Shop otomatis berkurang 1.
Tidak ada lagi overselling (jual barang kosong). Tidak ada lagi underselling (barang ada tapi dibilang habis).
📈 Profit Naik Karena Data Akurat
Selain mencegah komplain, sistem ini membuat Anda bisa melihat "Big Picture":
"Oh, ternyata produk A laku keras di Website tapi ga laku di Shopee."
"Pelanggan B sering lihat barang di Website, tapi belinya di Toko Fisik."
Data ini memungkinkan Anda membuat strategi promo yang presisi, bukan tebak-tebakan.
Kesimpulan: Berhenti Jadi Admin, Mulailah Jadi Pebisnis
Jangan habiskan waktu berharga Anda hanya untuk rekap stok manual tiap malam. Itu pekerjaan robot. Fokuslah membesarkan bisnis, biarkan sistem yang menjaga kerapian operasional Anda.
Website buatan Webnity bukan sekadar etalase cantik. Kami bisa membangunkan sistem 'Unified Commerce' yang menghubungkan Website Anda dengan software Kasir (POS) dan Marketplace favorit Anda. Satu dashboard untuk atur segalanya.