Link Copied!
Webnity Back to Blog
Website December 1, 2025

Marak Kasus Peretasan & Kebocoran Data: Apakah Website Bisnis Anda Benar-Benar Aman?

Written by Admin
Marak Kasus Peretasan & Kebocoran Data: Apakah Website Bisnis Anda Benar-Benar Aman?

Membuka portal berita belakangan ini seringkali membuat kita was-was. Berita tentang kebocoran data (data breach), serangan ransomware pada pusat data nasional, hingga peretasan situs perbankan silih berganti menghiasi headline.

Banyak pemilik bisnis kecil dan menengah (UMKM) berpikir, "Ah, bisnis saya kan masih kecil. Hacker pasti cuma mengincar perusahaan raksasa atau pemerintah."

Ini adalah kesalahan fatal.

Faktanya, laporan keamanan siber menunjukkan bahwa 43% serangan siber justru menargetkan bisnis kecil. Mengapa? Karena bisnis kecil seringkali memiliki sistem keamanan yang lemah, ibarat rumah dengan pintu yang tidak terkunci, menjadikannya sasaran empuk bagi bot otomatis.

Jika website Anda diretas, taruhannya bukan hanya data, tapi reputasi yang sudah Anda bangun bertahun-tahun. Pelanggan tidak akan mau bertransaksi di website yang dianggap tidak aman.

Lantas, bagaimana cara memastikan "Rumah Digital" Anda aman? Simak ceklis keamanan dasar dari Tim Webnity berikut ini.


🛡️ 1. Wajib Ada "Gembok" Hijau (SSL Certificate)

Coba lihat kolom alamat browser (URL) website Anda. Apakah ada ikon gembok terkunci dan dimulai dengan https://? Jika tulisannya Not Secure atau http:// saja, Anda dalam bahaya.

  • Fungsinya: Mengenkripsi data yang dikirim pelanggan (seperti password atau nomor kartu kredit) agar tidak bisa dibaca hacker.

  • Efeknya: Google akan menandai website tanpa SSL sebagai "Tidak Aman", yang membuat pengunjung kabur seketika.

🔄 2. Update, Update, dan Update!

Menggunakan WordPress atau CMS lain? Seringkali kita mengabaikan notifikasi "Update Now". Padahal, update tersebut biasanya berisi penambalan celah keamanan (security patch) yang baru ditemukan. Menggunakan plugin atau tema bajakan/usang adalah jalan tol bagi hacker untuk masuk.

🔐 3. Password Bukan Sekadar "Admin123"

Ini terdengar sepele, tapi masih banyak terjadi. Hindari menggunakan username admin dengan password standar. Gunakan kombinasi huruf besar, angka, dan simbol. Jika memungkinkan, aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) untuk login ke dashboard website Anda.

💾 4. Selalu Punya Rencana Cadangan (Backup Berkala)

Bayangkan skenario terburuk: Website Anda hilang atau dihapus hacker besok pagi. Apakah Anda punya salinannya? Backup rutin (harian atau mingguan) adalah "nyawa cadangan" Anda. Jika terjadi serangan, Anda bisa memulihkan website kembali normal dalam hitungan menit, bukan membangun ulang dari nol.

🚫 5. Gunakan Firewall Website

Sama seperti satpam di gerbang, Web Application Firewall (WAF) akan memfilter lalu lintas yang masuk ke website Anda. Ia akan memblokir bot jahat dan upaya login yang mencurigakan sebelum mereka sempat menyentuh data Anda.


Jangan Tunggu Sampai Terlambat

Keamanan website bukanlah fitur tambahan, melainkan fondasi. Di era di mana kepercayaan pelanggan adalah segalanya, menjamin keamanan data mereka adalah bentuk layanan pelanggan tertinggi.

Anda tidak perlu menjadi ahli IT untuk mengamankan bisnis Anda. Serahkan hal teknis yang rumit kepada ahlinya.

Di Webnity, kami tidak hanya membangun website yang cantik. Kami menerapkan standar keamanan ketat dalam setiap baris kode, memastikan website Anda dilengkapi SSL, sistem backup otomatis, dan perlindungan dari serangan dasar. Kami menjaga "Rumah Digital" Anda, agar Anda bisa fokus membesarkan bisnis dengan tenang.

Ingin audit keamanan gratis untuk website Anda saat ini?