Inflasi Juli: Tekanan Terus Mengintai

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Tekanan Inflasi yang Bergeser
Webnity.id, Jawa Tengah - Perlambatan inflasi pada Juli terjadi hampir sepenuhnya didorong oleh normalisasi harga pangan. Komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, tomat, hingga ikan segar mengalami penurunan harga setelah sempat melonjak pada bulan-bulan sebelumnya.
Penurunan harga pangan ini kemudian berdampak pada terjadinya deflasi bulanan, yang pada gilirannya menekan laju inflasi tahunan. Dengan demikian, inflasi tahunan tetap berada dalam kisaran target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI).
Inflasi Inti Tidak Berubah
Namun, jika dianalisis lebih dalam, struktur inflasi Juli menunjukkan bahwa tekanan ekonomi belum benar-benar mereda—hanya bergeser dari satu sumber ke sumber lainnya.
Inflasi inti, yang mengabaikan fluktuasi harga pangan (volatile food) dan harga yang ditetapkan pemerintah (administered price), tetap bertahan di angka 2,76%. Angka ini tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa permintaan domestik masih memberikan tekanan pada harga, meskipun harga pangan telah turun. Dengan kata lain, stabilitas harga yang terlihat dari inflasi tahunan mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan kesehatan ekonomi secara menyeluruh.
Beberapa pakar ekonomi menilai bahwa keberhasilan menekan inflasi melalui normalisasi harga pangan tidak boleh membuat kebijakan moneter menjadi lengah. Inflasi inti yang stagnan menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap tekanan harga jangka menengah yang bersumber dari permintaan dan biaya produksi.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Inflasi Inti Juli | 2,76% |
| Inflasi Inti Juni | 2,76% |
Sumber data: Bloomberg Technoz
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




