Keuangan
Jun 27, 2026
2 Min Read
By UNGGUL FATIH

IHSG Tertekan, Ini Pendorong Pelemahannya

IHSG Tertekan, Ini Pendorong Pelemahannya

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz

Tekanan IHSG Pekan Terakhir Juni 2026

Webnity Id, Jawa Tengah - IHSG kembali mengalami tekanan selama pekan terakhir bulan Juni 2026, didorong oleh koreksi tajam sejumlah saham unggulan di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Sabtu (27/6/2026), pelemahan terutama dipicu oleh saham-saham dari sektor perbankan dan pertambangan yang mencatat penurunan signifikan.

BMRI Jadi Penekan Utama IHSG

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham dengan kontribusi negatif terbesar terhadap IHSG. Saham BMRI melemah 7,42%, sehingga menggerus indeks sebesar 25,04 poin. Sebagai salah satu emiten dengan bobot besar di indeks, pergerakan BMRI memiliki dampak langsung terhadap kinerja IHSG secara keseluruhan.

Di posisi kedua sebagai penekan indeks adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), yang terkoreksi cukup dalam hingga 24,55%. Aksi jual investor membuat saham BRMS menekan IHSG sebesar 24,31 poin. Sementara itu, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 12,57% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 14,58 poin terhadap pergerakan IHSG.

Kinerja Emiten Energi dan Tambang

Tekanan tambahan datang dari saham-saham sektor energi terbarukan dan tambang. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melemah 10,19%, sehingga mengurangi IHSG sebesar 14,02 poin. Tak jauh beda, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga terkoreksi 13,82% dan membebani indeks sebesar 13,22 poin.

Di sisi pertambangan emas, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat penurunan harga saham hingga 16,38%, yang kemudian mengurangi IHSG sebesar 12,37 poin. Koreksi ini menunjukkan sentimen negatif terhadap saham emiten batu bara dan logam mulia di tengah dinamika pasar global.

Peran Bank Sentral dalam Tekanan IHSG

Tidak hanya emiten tambang dan energi, tekanan juga datang dari saham perbankan besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 1,98% dan berdampak negatif terhadap IHSG sebesar 11,71 poin. Selain itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 9,54%, memberikan kontribusi negatif sebesar 11,33 poin.

Kombinasi koreksi dari sejumlah emiten berkapitalisasi besar menunjukkan adanya aksi redistribusi portofolio investor, baik lokal maupun asing, yang mungkin sedang menghindari risiko di tengah ketidakpastian pasar. Namun, analis pasar tetap mencermati pergerakan ini sebagai koreksi teknikal jangka pendek, bukan indikasi tren makroekonomi yang memburuk.

Jasa Website Premium

Jasa Pembuatan Website Muncul di Google

Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.

Jasa Pembuatan Website Webnity