Dolar AS Anjlok Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Dolar AS Terjun Bebas Setelah Keputusan The Fed
Webnity.id, Jawa Tengah - Dolar AS mengalami penurunan tajam pada hari Rabu, menyusul keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan tanpa perubahan. Aksi jual terhadap greenback semakin menguat setelah para pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam pertemuan mendatang pada bulan September.
Penurunan Indeks Bloomberg Dollar Spot
Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,3% setelah pengumuman keputusan The Fed, menjadi penurunan terbesar dalam dua minggu dan yang terdalam sejak 15 Juli. Ini juga mencatat penurunan terbesar dalam dua tahun terakhir yang terjadi tepat setelah keputusan The Fed menahan suku bunga tetap stabil.
Pergerakan negatif dolar menunjukkan bahwa pasar sedang merespons kebijakan moneter yang lebih dovish dari yang diperkirakan, terutama dengan minimnya sinyal kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Pernyataan Ketua Fed Kevin Warsh Picu Tekanan Lebih Lanjut
Penurunan dolar semakin diperparah setelah Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan pernyataan dalam konferensi pers. Ia menyebut bahwa para pejabat bank sentral tengah memperhatikan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Treasury, yang dianggap telah mengambil alih sebagian fungsi pengetatan kebijakan moneter.
Imbal hasil Treasury tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 2007 setelah pernyataan Warsh. Kenaikan yield ini diinterpretasikan sebagai indikator bahwa pasar keuangan sudah melakukan pengetatan secara mandiri, sehingga mengurangi urgensi kenaikan suku bunga oleh The Fed.
Reaksi Pasar dan Analisis Ahli
Yusuke Miyairi, ahli strategi mata uang di Nomura di London, menjelaskan bahwa pernyataan Warsh memiliki dampak signifikan terhadap sentimen pasar.
"Warsh secara tersirat menyebutkan kenaikan imbal hasil Treasury sejak pertemuan terakhir sebagai pengganti kenaikan suku bunga, yang kemungkinan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga di pasar dan menekan mata uang dolar," ujar Miyairi.
Pernyataan tersebut memperkuat penurunan dolar AS, karena pelaku pasar mulai memperkirakan bahwa The Fed akan menahan diri dari kenaikan suku bunga, setidaknya hingga pertemuan berikutnya di bulan September.
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




