Bursa Asia Siap Membuka Bervariasi

Sumber Gambar: Bloomberg Technoz
Pergerakan Pra-Pembukaan di Asia
Webnity.id, Jawa Tengah - Bursa saham di kawasan Asia bersiap dibuka bervariasi pada perdagangan hari Kamis (16/7), mengikuti pergerakan Wall Street yang menguat setelah rilis data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan. Penguatan pasar AS dipicu oleh melandainya inflasi harga produsen pada bulan Juni, yang menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Indeks Saham Asia dan Kontrak Berjangka
Kontrak berjangka menunjukkan potensi penurunan di pasar Jepang dan Korea Selatan, sementara bursa Hong Kong dan Australia diprediksi akan dibuka menguat. Di pasar global, kontrak indeks S&P 500 terpantau stagnan di awal perdagangan Asia, setelah sebelumnya menguat 0,4% pada perdagangan Rabu. Di sisi lain, indeks Nasdaq 100, yang didominasi saham teknologi, terkoreksi 0,3%.
Dampak Inflasi dan Kebijakan The Fed
Pelaku pasar kini hanya memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sekitar tiga basis poin pada bulan ini, setara dengan kemungkinan kurang dari 10% untuk kenaikan sebesar 25 basis poin. Pergeseran ekspektasi ini didorong oleh data inflasi harga produsen yang melandai, sehingga memicu penguatan pada obligasi pemerintah AS (Treasury). Sejalan dengan hal tersebut, nilai tukar dolar AS melemah untuk hari kedua berturut-turut.
Pergerakan Harga Minyak
Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) menguat tipis di pagi hari, melanjutkan tren penguatan selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan ini terjadi setelah AS meluncurkan serangan udara baru ke wilayah Iran pada pukul 15.00 waktu AS Timur, hari Rabu kemarin, berdasarkan laporan dari Komando Pusat AS (US Central Command).
Jasa Pembuatan Website Muncul di Google
Ubah website biasa menjadi mesin penghasil leads yang muncul di halaman pertama pencarian Google. Dilengkapi dengan optimasi SEO kelas dunia, desain responsif multi-device, dan dukungan penuh 24/7.




