Anda sudah memutuskan untuk membuat website. Selamat! Itu adalah langkah besar. Tapi sekarang, Anda dihadapkan pada tantangan baru: memilih partner yang tepat untuk mewujudkannya.
Mencari di Google akan memunculkan ratusan pilihan, mulai dari freelancer, agensi digital, hingga platform Do-It-Yourself (DIY). Semuanya menjanjikan hasil terbaik. Namun, memilih partner yang salah tidak hanya akan membuang-buang uang, tapi juga waktu berharga dan menyebabkan frustrasi.
Website adalah investasi penting. Agar investasi Anda tidak sia-sia, berikut adalah 5 tips cerdas untuk memilih jasa pembuatan website yang tepat.
1. 💼 Lihat Portofolio Mereka (Bukan Sekadar Tampilan)
Ini adalah langkah paling dasar. Tapi jangan hanya melihat screenshot desain yang cantik. Lakukan lebih:
Kunjungi Website Kliennya: Klik dan jelajahi beberapa website dari portofolio mereka.
Cek di Ponsel Anda: Apakah websitenya responsif (tampil baik di HP)? Apakah mudah digunakan?
Cek Kecepatan: Apakah loadingnya cepat atau lambat?
Analisis Fungsinya: Apakah websitenya hanya "papan nama" digital, atau benar-benar fungsional sesuai kebutuhan bisnis klien tersebut?
Portofolio yang solid menunjukkan pengalaman dan kualitas kerja yang konsisten.
2. 💲 Transparansi Biaya: "Harga Murah" Seringkali Menjebak
Sangat mudah tergoda dengan penawaran harga yang sangat murah. Tapi di dunia web, harga murah seringkali berarti ada sesuatu yang dikorbankan—entah itu kualitas desain, keamanan, atau layanan purna jual.
Tanyakan dengan detail:
Apa saja yang termasuk dalam paket tersebut?
Apakah domain dan hosting sudah termasuk? Untuk berapa lama?
Apakah ada biaya bulanan atau tahunan tersembunyi?
Apakah ada batasan jumlah revisi?
Pilih partner yang transparan dan memberikan rincian biaya yang jelas sejak awal.
3. 💬 Komunikasi Adalah Kunci
Proses pembuatan website adalah kolaborasi. Anda akan banyak berkomunikasi dengan tim developer. Perhatikan cara mereka berkomunikasi sejak awal:
Apakah mereka cepat merespons pertanyaan Anda?
Apakah mereka mendengarkan visi dan kebutuhan bisnis Anda?
Ataukah mereka hanya ingin cepat-cepat menjual template yang sudah jadi?
Apakah mereka bisa menjelaskan istilah teknis dengan bahasa yang mudah Anda pahami?
Developer yang sulit dihubungi atau tidak komunikatif akan menjadi mimpi buruk selama proses pengerjaan.
4. 🛠️ Tanyakan Layanan Purna Jual (After-Sales Support)
Website bukanlah proyek yang "sekali jadi, selesai". Setelah website Anda live, ia tetap membutuhkan perawatan. Apa yang terjadi jika tiba-tiba website Anda error? Atau jika Anda ingin menambah fitur kecil?
Tanyakan dengan tegas:
Apakah ada garansi jika terjadi error setelah serah terima?
Siapa yang akan membantu jika saya kesulitan mengupdate konten?
Apakah mereka menyediakan layanan maintenance (pemeliharaan) rutin untuk keamanan dan update?
Partner yang baik tidak akan menghilang begitu saja setelah website Anda diluncurkan.
5. 🔍 Cek Testimoni dan Reputasi
Jangan hanya membaca testimoni yang ada di website mereka. Coba cari ulasan yang lebih independen. Periksa ulasan mereka di Google Maps (jika ada), media sosial, atau platform lainnya.
Testimoni yang jujur dari klien sebelumnya adalah indikator terbaik untuk mengetahui bagaimana pengalaman bekerja sama dengan mereka, mulai dari proses awal hingga akhir.
Kesimpulan: Pilih Partner, Bukan Sekadar "Tukang"
Memilih jasa pembuatan website adalah tentang memilih partner jangka panjang untuk pertumbuhan digital bisnis Anda. Anda tidak sedang mencari "tukang" yang hanya bisa menyatukan kode, tapi mencari seorang ahli yang bisa memberi masukan strategis.
Di Webnity, kami bangga menjadi partner digital bagi klien-klien kami. Kami memprioritaskan komunikasi yang jelas, transparansi biaya, dan hasil berkualitas yang benar-benar membantu bisnis Anda bertumbuh.
Siap membangun website profesional tanpa rasa khawatir?
